Rabu, 03 Juni 2009

Keranjingan Shopping, Pertanda Tekanan Jiwa?

ISTILAH keranjingan belanja atau shopaholic mungkin hanyalah lelucon bagi mereka yang gemar menghamburkan uang. Anda juga sesekali mungkin pernah berbelanja tanpa kontrol dan baru tersadar setelahnya bila sekian banyak barang yang dibeli sebenarnya tidaklah diperlukan.

Bila hasrat belanja Anda masih sering dapat direm, itu hal yang wajar. Tetapi bila hasrat cenderung tak terkendali sehingga bersifat obsesif atau kompulsif, Anda harus waspada. Bisa jadi, perilaku yang Anda alami merupakan indikasi adanya problem kejiwaan.

Menurut suatu riset terbaru yang dimuat Journal of Consumer Research, keranjingan shopping dapat menjadi indikator timbulnya beragam persoalan mulai dari krisis finansial, konflik keluarga, stres, depresi hingga hilangnya kepercayaan diri. Hasil penelitian ini juga mengindikasikan, saat ini banyak orang terjebak pada perilaku belanja kompulsif dan jumlahnya mungkin melebihi yang diperkirakan.

Tim peneliti yang terdiri dari Nancy M. Ridgway dan Monika Kukar-Kinney dari Universitas Richmond dan Kent B. Monroe (Universitas Illinois at Urbana-Champaign) berhasil merancang suatu teknik skala untuk mengukur derajat perilaku belanja kompulsif.

Skala ini berisi sembilan pertanyaan, dan para peneliti meyakini teknik baru ini jauh lebih baik ketimbang pengukuran sebelumnya dengan mengidentifikasi jumlah orang yang terlibat dalam perilaku compulsive shopping.

"Skala ini didesain untuk mengidentifikasi konsumen yang memiliki keinginan kuat untuk belanja, menghabiskan banyak uang secara teratur, dan mengalami kesulitan menolak impuls untuk membeli," terang peneliti.

Teknik pengukuran sebelumnya hanya memperhitungkan sebagian besar konsekuensi perilaku berbelanja, seperti krisis keuangan atau percekcokan keluarga seputar keuangan. Padahal menurut peneliti, tukang belanja dengan pendapatan besar mungkin akan jarang mengalami problem finansial, tetapi sebenarnya memiliki kecenderungan perilaku kompulsif.

Setelah menganalisis tiga hasil riset yang dilakukan terpisah, para peneliti menemukan bahwa perilaku belanja kompulsif berkaitan dengan materialisme, menurunnya kepercayaan diri, depresi, kecemasan dan stres.

Mereka yang berperilaku kompulsif memiliki perasaan positif berkaitan dengan belanja selain juga cenderung menyembunyikan barang belanjaan, mengembalikan barang, lebih banyak berdebat dengan keluarga dan memaksimalkan jatah kartu kredit.

Para peneliti menemukan sekitar 8.9 persen populasi yang dijadikan obyek penelitian adalah mereka dengan perilaku belanja kompulsif. Jumlah ini jauh lebih besar bila identifikasi dilakukan dengan cara saringan klinis biasa, yakni hanya sekitar 5 persen saja.

Tips Belanja Cepat & Cermat

CEK BARANG
Periksa barang dan bahan makanan di rumah yang sudah habis dan yang perlu segera dibeli.

DAFTAR BELANJA
Buat daftar belanja sesuai dengan barang yang dibutuhkan. Daftar belanja dapat menghindari Anda belanja berlebihan atau membeli barang yang tak sesuai kebutuhan.

KATEGORI
Kelompokkan atau buatlah kategori barang di daftar belanja Anda, misalnya bahan makanan kering seperti tepung atau kerupuk; bahan makanan segar seperti sayuran, buah, telur; bahan makanan yang perlu masuk chiller seperti susu cair, keju, krim.

SESUAI URUTAN
Sesampainya di supermarket, buka catatan daftar belanja Anda. Berjalanlah dan ambil bahan makanan sesuai urutan di daftar belanja, misalnya mulai dari bahan makanan kering, lalu bagian chiller, kemudian ke bagian bahan makanan segar.

PRODUK BARU
Jika masih ada sisa waktu, Anda boleh melirik ke tempat bahan makanan produk baru. Baca brosur atau informasi pada kemasannya, dan catat saja dulu mereknya. Siapa tahu, di lain waktu Anda membutuhkannya. Selamat mencoba.

Trik Belanja Efektif


Bagi wanita, belanja adalah hal yang biasa. Tapi bagaimana menyiasatinya agar belanja jadi efektif?

1. Buat daftar menu pilihan dan bisa digunakan pula sebagai daftar belanjaan.

2. Agar Anda dapat menghemat waktu dan berbelanja secara efisien, pisahkan daftar belanjaan sesuai dengan jenisnya. Misalnya, sayuran, bumbu, susu, obat-obatan dan lainnya.

3. Jangan lupa pula membuat daftar jumlah, ukuran, merek yang diinginkan.

4. Beli sesuai kebutuhan keluarga. Ingat, berapa besar bujet Anda dan juga berapa besar tempat di rumah yang dapat digunakan untuk menyimpan.

5. Berbelanjalah dengan tenang dan relaks. Hindari berbelanja pada saat jam sibuk atau Anda sedang tak punya cukup banyak waktu.


Menyimpan Kantong Bekas Belanja


Jika belum bisa menghilangkan kebiasaan menggunakan kantong plastik, jangan biarkan tumpukan kantong plastik bekas belanja menumpuk tak teratur.

Taruh kantong-kantong bekas belanjaan di wadah yang bisa Anda buat sendiri, lantas letakkan di salah satu pojok dapur. Rumah Anda kini tak berantakan lagi!

Jika belum bisa menghilangkan kebiasaan menggunakan kantong plastik, jangan biarkan tumpukan kantong plastik bekas belanja menumpuk tak teratur. Taruh kantong-kantong bekas belanjaan di wadah yang bisa Anda buat sendiri, lantas letakkan di salah satu pojok dapur. Rumah Anda kini tak berantakan lagi!

1. Anda memiliki galon plastik yang sudah tak terpakai? Lubangi saja galon air bekas dengan memotongnya menggunakan pisau yang tajam. Simpan semua kantong plastik bekas Anda di dalamnya. Taruh di salah satu pojok dapur.

2. Boks atau kardus agak besar yang kosong dan sudah tak terpakai. Lipat kantong-kantong plastik bekas, lalu simpan dengan rapi ke dalam kardus atau boks. Taruh di atas lemari atau salah satu pojok dapur yang kering.

3. Mengingat pemanasan global semakin parah, sebaiknya Anda membawa kantong plastik besar sendiri setiap berbelanja ke pasar atau supermarket. Tujuannya, agar tak semakin banyak kantong plastik terbuang yang sulit terurai dan menumpuk di dapur Anda. Usahakan gunakan kembali kantong-kantong belanjaan sebagai kantong bawaan Anda di lain kesempatan.


12 Alasan Membuat Anggaran Belanja


Anggaran belanja alias bujet adalah suatu pedoman yang menuntun ke mana Anda harus berjalan atau bertindak untuk masalah keuangan. Berikut ini keuntungan yang bisa diraih jika Anda membuat anggaran belanja keluarga dengan baik dan menjalankannya dengan tertib.

1. Bujet membuat Anda bisa mengontrol keuangan dan bukan uang yang mengontrol Anda.

2. Bujet akan "mengingatkan" Anda sebelum belanja atau menggosok kartu kredit.

3. Banyak orang tidak sadar, mereka hidup melebihi kemampuannya alias besar pasak dari tiang dan baru tersadar setelah terjerat hutang.

4. Bujet dapat menolong Anda mencapai tujuan atau keinginan dengan cara menghemat atau menyimpan uang.

5. Di samping membuat Anda terkontrol untuk selalu membeli barang yang memang diperlukan dan selalu membayarnya secara tunai, Anda pun terhindar dari pemborosan uang yang tidak jelas kegunaannya.

6. Bujet membantu seluruh keluarga berkonsentrasi pada tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, keinginan membeli mobil baru atau liburan ke luar negeri.

7. Bujet menolong menyiapkan Anda saat harus berhadapan pada suatu keadaan darurat, pengeluaran besar, atau sesuatu yang tidak diharapkan yang mungkin saja terjadi.

8. Percaya atau tidak, anggaran keuangan yang baik dan tertib dapat memperbaiki kualitas perkawinan Anda. Budget yang baik bukan hanya berfungsi untuk menyusun rencana, tapi juga sebagai alat komunikasi. Jalankan dengan baik, makan bujet bisa membuat hubungan Anda dan pasangan menjadi lebih dekat karena masing-masing jadi tambah semangat berkeja sama untuk mencapai tujuan (membeli rumah baru, misalnya), dan mengurangi pertengkaran mengenai masalah keuangan. Semua ini membuat Anda tenang sehingga kehidupan perkawinan dan seks Anda berdua semakin baik pula!

9. Bujet akan memperlihatkan dengan jelas, di bagian mana Anda terlalu banyak mengeluarkan uang sehingga Anda dapat menata kembali pengeluaran dan memfokuskan kembali ke hal-hal penting demi mencapai tujuan yang diinginkan.

10. Bujet menolong Anda terbebas dari hutang atau tidak punya hutang.

11. Bujet memungkinkan Anda mempunyai uang ekstra yang dapat dibelanjakan untuk kepentingan Anda pribadi.

12. Bujet menolong Anda tidur lebih nyaman karena tidak perlu pusing memikirkan, apakah keuangan keluarga cukup sampai akhir bulan.