Rabu, 03 Juni 2009
Keranjingan Shopping, Pertanda Tekanan Jiwa?
Bila hasrat belanja Anda masih sering dapat direm, itu hal yang wajar. Tetapi bila hasrat cenderung tak terkendali sehingga bersifat obsesif atau kompulsif, Anda harus waspada. Bisa jadi, perilaku yang Anda alami merupakan indikasi adanya problem kejiwaan.
Menurut suatu riset terbaru yang dimuat Journal of Consumer Research, keranjingan shopping dapat menjadi indikator timbulnya beragam persoalan mulai dari krisis finansial, konflik keluarga, stres, depresi hingga hilangnya kepercayaan diri. Hasil penelitian ini juga mengindikasikan, saat ini banyak orang terjebak pada perilaku belanja kompulsif dan jumlahnya mungkin melebihi yang diperkirakan.
Tim peneliti yang terdiri dari Nancy M. Ridgway dan Monika Kukar-Kinney dari Universitas Richmond dan Kent B. Monroe (Universitas Illinois at Urbana-Champaign) berhasil merancang suatu teknik skala untuk mengukur derajat perilaku belanja kompulsif.
Skala ini berisi sembilan pertanyaan, dan para peneliti meyakini teknik baru ini jauh lebih baik ketimbang pengukuran sebelumnya dengan mengidentifikasi jumlah orang yang terlibat dalam perilaku compulsive shopping.
"Skala ini didesain untuk mengidentifikasi konsumen yang memiliki keinginan kuat untuk belanja, menghabiskan banyak uang secara teratur, dan mengalami kesulitan menolak impuls untuk membeli," terang peneliti.
Teknik pengukuran sebelumnya hanya memperhitungkan sebagian besar konsekuensi perilaku berbelanja, seperti krisis keuangan atau percekcokan keluarga seputar keuangan. Padahal menurut peneliti, tukang belanja dengan pendapatan besar mungkin akan jarang mengalami problem finansial, tetapi sebenarnya memiliki kecenderungan perilaku kompulsif.
Setelah menganalisis tiga hasil riset yang dilakukan terpisah, para peneliti menemukan bahwa perilaku belanja kompulsif berkaitan dengan materialisme, menurunnya kepercayaan diri, depresi, kecemasan dan stres.
Mereka yang berperilaku kompulsif memiliki perasaan positif berkaitan dengan belanja selain juga cenderung menyembunyikan barang belanjaan, mengembalikan barang, lebih banyak berdebat dengan keluarga dan memaksimalkan jatah kartu kredit.
Para peneliti menemukan sekitar 8.9 persen populasi yang dijadikan obyek penelitian adalah mereka dengan perilaku belanja kompulsif. Jumlah ini jauh lebih besar bila identifikasi dilakukan dengan cara saringan klinis biasa, yakni hanya sekitar 5 persen saja.
Tips Belanja Cepat & Cermat
Periksa barang dan bahan makanan di rumah yang sudah habis dan yang perlu segera dibeli.
DAFTAR BELANJA
Buat daftar belanja sesuai dengan barang yang dibutuhkan. Daftar belanja dapat menghindari Anda belanja berlebihan atau membeli barang yang tak sesuai kebutuhan.
KATEGORI
Kelompokkan atau buatlah kategori barang di daftar belanja Anda, misalnya bahan makanan kering seperti tepung atau kerupuk; bahan makanan segar seperti sayuran, buah, telur; bahan makanan yang perlu masuk chiller seperti susu cair, keju, krim.
SESUAI URUTAN
Sesampainya di supermarket, buka catatan daftar belanja Anda. Berjalanlah dan ambil bahan makanan sesuai urutan di daftar belanja, misalnya mulai dari bahan makanan kering, lalu bagian chiller, kemudian ke bagian bahan makanan segar.
PRODUK BARU
Jika masih ada sisa waktu, Anda boleh melirik ke tempat bahan makanan produk baru. Baca brosur atau informasi pada kemasannya, dan catat saja dulu mereknya. Siapa tahu, di lain waktu Anda membutuhkannya. Selamat mencoba.
Trik Belanja Efektif
Bagi wanita, belanja adalah hal yang biasa. Tapi bagaimana menyiasatinya agar belanja jadi efektif?
1. Buat daftar menu pilihan dan bisa digunakan pula sebagai daftar belanjaan.
2. Agar Anda dapat menghemat waktu dan berbelanja secara efisien, pisahkan daftar belanjaan sesuai dengan jenisnya. Misalnya, sayuran, bumbu, susu, obat-obatan dan lainnya.
3. Jangan lupa pula membuat daftar jumlah, ukuran, merek yang diinginkan.
4. Beli sesuai kebutuhan keluarga. Ingat, berapa besar bujet Anda dan juga berapa besar tempat di rumah yang dapat digunakan untuk menyimpan.
5. Berbelanjalah dengan tenang dan relaks. Hindari berbelanja pada saat jam sibuk atau Anda sedang tak punya cukup banyak waktu.
Menyimpan Kantong Bekas Belanja
Jika belum bisa menghilangkan kebiasaan menggunakan kantong plastik, jangan biarkan tumpukan kantong plastik bekas belanja menumpuk tak teratur.
Taruh kantong-kantong bekas belanjaan di wadah yang bisa Anda buat sendiri, lantas letakkan di salah satu pojok dapur. Rumah Anda kini tak berantakan lagi!
Jika belum bisa menghilangkan kebiasaan menggunakan kantong plastik, jangan biarkan tumpukan kantong plastik bekas belanja menumpuk tak teratur. Taruh kantong-kantong bekas belanjaan di wadah yang bisa Anda buat sendiri, lantas letakkan di salah satu pojok dapur. Rumah Anda kini tak berantakan lagi!
1. Anda memiliki galon plastik yang sudah tak terpakai? Lubangi saja galon air bekas dengan memotongnya menggunakan pisau yang tajam. Simpan semua kantong plastik bekas Anda di dalamnya. Taruh di salah satu pojok dapur.
2. Boks atau kardus agak besar yang kosong dan sudah tak terpakai. Lipat kantong-kantong plastik bekas, lalu simpan dengan rapi ke dalam kardus atau boks. Taruh di atas lemari atau salah satu pojok dapur yang kering.
3. Mengingat pemanasan global semakin parah, sebaiknya Anda membawa kantong plastik besar sendiri setiap berbelanja ke pasar atau supermarket. Tujuannya, agar tak semakin banyak kantong plastik terbuang yang sulit terurai dan menumpuk di dapur Anda. Usahakan gunakan kembali kantong-kantong belanjaan sebagai kantong bawaan Anda di lain kesempatan.
12 Alasan Membuat Anggaran Belanja
Anggaran belanja alias bujet adalah suatu pedoman yang menuntun ke mana Anda harus berjalan atau bertindak untuk masalah keuangan. Berikut ini keuntungan yang bisa diraih jika Anda membuat anggaran belanja keluarga dengan baik dan menjalankannya dengan tertib.
1. Bujet membuat Anda bisa mengontrol keuangan dan bukan uang yang mengontrol Anda.
2. Bujet akan "mengingatkan" Anda sebelum belanja atau menggosok kartu kredit.
3. Banyak orang tidak sadar, mereka hidup melebihi kemampuannya alias besar pasak dari tiang dan baru tersadar setelah terjerat hutang.
4. Bujet dapat menolong Anda mencapai tujuan atau keinginan dengan cara menghemat atau menyimpan uang.
5. Di samping membuat Anda terkontrol untuk selalu membeli barang yang memang diperlukan dan selalu membayarnya secara tunai, Anda pun terhindar dari pemborosan uang yang tidak jelas kegunaannya.
6. Bujet membantu seluruh keluarga berkonsentrasi pada tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, keinginan membeli mobil baru atau liburan ke luar negeri.
7. Bujet menolong menyiapkan Anda saat harus berhadapan pada suatu keadaan darurat, pengeluaran besar, atau sesuatu yang tidak diharapkan yang mungkin saja terjadi.
8. Percaya atau tidak, anggaran keuangan yang baik dan tertib dapat memperbaiki kualitas perkawinan Anda. Budget yang baik bukan hanya berfungsi untuk menyusun rencana, tapi juga sebagai alat komunikasi. Jalankan dengan baik, makan bujet bisa membuat hubungan Anda dan pasangan menjadi lebih dekat karena masing-masing jadi tambah semangat berkeja sama untuk mencapai tujuan (membeli rumah baru, misalnya), dan mengurangi pertengkaran mengenai masalah keuangan. Semua ini membuat Anda tenang sehingga kehidupan perkawinan dan seks Anda berdua semakin baik pula!
9. Bujet akan memperlihatkan dengan jelas, di bagian mana Anda terlalu banyak mengeluarkan uang sehingga Anda dapat menata kembali pengeluaran dan memfokuskan kembali ke hal-hal penting demi mencapai tujuan yang diinginkan.
10. Bujet menolong Anda terbebas dari hutang atau tidak punya hutang.
11. Bujet memungkinkan Anda mempunyai uang ekstra yang dapat dibelanjakan untuk kepentingan Anda pribadi.
12. Bujet menolong Anda tidur lebih nyaman karena tidak perlu pusing memikirkan, apakah keuangan keluarga cukup sampai akhir bulan.
17 Tips Mengerem Hasrat Si Shopaholic
Saat memasuki mal, Rinna selalu "gatal" ingin berbelanja. Terlebih jika ada diskon besar-besaran. Padahal, dia tak terlalu membutuhkan barang yang dibelinya. Rasanya, Rina selalu merasa "gengsi" jika keluar dari mal tak menjinjing satu pun kantong berlogo merek barang ternama. Nah, apakah Anda termasuk orang seperti Rinna, yang harus selalu belanja setiap kali masuk mal?
Atau, Anda merasa kecemasan akan suatu hal dan masalah bisa terselesaikan bila sudah berbelanja? Atau, Anda tak pernah menolak tawaran banjir diskon yang sedang diadakan sebuah toko, lalu setelah keluar dari toko, merasa menyesal karena membeli barang yang sebenarnya tak Anda butuhkan?
Bila ya, berhati-hatilah! Sebab, bukan tak mungkin Anda termasuk kategori penggila belanja (shopaholic). Meski ini bukan penyakit, bila sudah membuat Anda ketagihan dan tergantung pada belanja, Anda sudah memasuki lampu merah. Bahkan, sudah waktunya Anda mengunjungi psikolog untuk mendapatkan bantuan. Namun, yang perlu berhati-hati pada masalah ini bukan hanya si penggila belanjanya saja, lho.
Gampang berbelanja dan mudah "luluh" oleh godaan diskon, juga sikap yang perlu diwaspadai. Sebab, selain barang yang dibeli terkadang jadi percuma karena tak sesuai kebutuhan, pengeluaran pun akan membengkak. Akibatnya, bukan tak mungkin akan memicu konflik dengan pasangan. Menurut Dra. Clara Kriswanto, MA, CPBC, psikolog dan konsultan keluarga dari Jagadnita Consulting, munculnya sikap-sikap seperti ini antara lain disebabkan oleh kepercayaan diri yang kurang.
"Biasanya, ini berkaitan dengan masalah perasaan tak dihargai, kepercayaan diri yang kurang, atau
Agar dompet tetap "aman" dan pasangan tak melotot melihat banyaknya belanjaan Anda, simak tips berikut ini:
1. Carilah teman belanja yang hemat, bukan yang hobi "mengompori" Anda.
2. Hindari sering berbelanja beramai-ramai. Godaan untuk berbelanja lebih banyak datang pada kondisi ini. Melihat si A mengamati koleksi baju, si B mencoba sepatu, atau si C mematut diri dengan aksesori di depan kaca, akan membuat Anda mudah tergiur. Selebihnya, bila memungkinkan, berbelanjalah sendirian saja.
3. Jangan menjadikan acara pergi ke mal sebagai cara untuk menyegarkan pikiran (refreshing). Jika ini yang terjadi, Anda akan sering mendatangi tempat itu saat pikiran ruwet. Akibatnya, Anda akan memaklumi diri sendiri saat membeli sebuah barang. Meski harganya murah, tapi Anda bisa keterusan dan tak terasa bila dijumlahkan, uang yang dikeluarkan tetap besar. Akhirnya, Anda pulang dengan banyak jinjingan.
4. Cari cara berekreasi yang lain, misalnya ke museum, perpustakaan, atau sekadar menghabiskan waktu di rumah bersama pasangan, memasak bersama atau sambil menikmati hidangan kue dan minum teh hangat di depan teve.
5. Sebelum berencana membeli baju, buka dulu lemari baju Anda. Periksa lagi apakah Anda memang benar-benar tak memiliki jenis atau warna baju yang ingin dibeli atau tidak.
6. Kreatiflah memadu-padankan busana, sehingga Anda tak perlu sering-sering membeli baju. Kebanyakan perempuan merasa perlu membeli baju karena merasa tak punya baju untuk menghadiri acara tertentu. Padahal, sebetulnya dia punya, tapi malu bila memakai baju yang sama lebih dari dua kali.
7. Buat dan bawa catatan yang berisi barang-barang yang akan dibeli. Lalu, berdisiplinlah dengan hanya membeli barang yang tertera dalam daftar, agar acara berbelanja jadi terfokus.
8. Berbelanjalah saat Anda memang butuh membeli sesuatu. Faktor rekreasi hanya ditempatkan sebagai kegiatan sampingan, bukan acara utama.
Tips Menghemat Pengeluaran Untuk Busana
1. Hindari belanja saat sedang emosi atau stres. Kadangkala, belanja menjadi ajang penyaluran stres. Hati-hati, jika keuangan sedang tidak memungkinkan, bukan stres yang hilang, melainkan stes semakin bertambah.
2. Sebelum membeli baju, ada baiknya buka kembali koleksi busana yang telah Anda miliki, agar Anda terhindar dari penumpukan model baju atau warna yang sama. Dengan begitu, Anda dapat membeli busana yang benar-benar sedang dibutuhkan.
3. Jangan tergiur dengan iming-iming sale atau diskon. Harga murah belum tentu kualitasnya bagus. Jadi, cek kembali jahitan, cutting atau bahan baju yang dibeli dan pastikan baju tersebut benar-benar nyaman dikenakan.
4. Koleksilah busana dasar seperti aneka blus, rok, celana atau terusan berwarna dasar tanpa banyak motif. Miliki juga kardigan atau jaket untuk memperbanyak variasi padu-padan.
6. Ketahuilah selera dan gaya berbusana Anda, agar Anda tidak menjadi korban mode yang berlebihan.
5. Kreatiflah bermain dengan aksesoris sehingga penampilan Anda tak membosankan.
7 Dosa Besar Pengeluaran
Agar tidak terus-menerus menyesal karena sering membobol anggaran, berikut ini Media Perempuan memberikan rincian tujuh dosa besar yang harus Anda waspadai dalam pengeluaran:
1. Rangsangan palsu
Kita sering tergoda berbelanja karena mendapatkan berbagai dorongan yang sengaja dirancang untuk memicu nafsu belanja. Visualisasi berbagai barang yang ditata apik di etalase, atau kerumunan orang di sebuah toko, dapat menimbulkan efek yang menyebabkan orang terdorong untuk bersikap lebih konsumtif.
Jangan biarkan diri Anda tertipu dengan taktik penjualan macam ini. Sebelum berbelanja, pastikan Anda telah menuliskan daftar barang-barang yang dibutuhkan, dan jangan melenceng dari daftar ini. Selain itu, sebisa mungkin jangan pergi bersama teman yang shopaholic.
2. Copycat syndrome
Tidak sedikit orang yang memutuskan untuk membeli suatu produk karena godaan iklan atau nama besar brand tertentu, sementara sebagian lagi membeli karena ingin meniru gaya selebritas idolanya. Coba tanya diri sendiri, berapa banyak barang fesyen yang telah Anda beli berdasarkan dorongan-dorongan tersebut?
Secara psikologi, tingkah laku ini mencerminkan kebutuhan individu akan pengakuan identitas. Ketika membeli suatu produk, kita bukan hanya mengonsumsinya, melainkan juga mengonsumsi berbagai simbol yang diasosiasikan dengan produk tersebut. Dengan kata lain, kita membelinya sebagai salah satu cara untuk mengekspresikan diri.
Ketika tergoda untuk membeli suatu barang karena mereknya, tekankan kepada diri sendiri bahwa Anda tidak membutuhkan barang itu untuk merasa sempurna. Berpikir positiflah tentang diri sendiri dan jangan biarkan merek yang mengonsumsi Anda.
3. Terlalu murah hati
Pernahkan Anda membeli satu buket besar bunga sebagai tanda permohonan maaf, atau menawarkan diri untuk membayari makan siang teman-teman sekantor agar terlihat murah hati? Jika hanya sesekali memang tidak masalah, tapi lain cerita kalau hal itu dilakukan setiap hari.
Jangan gunakan uang sebagai alat untuk 'membeli' teman-teman. Kejujuran, integritas, dan kesetiakawanan sudah cukup untuk membuat orang mencintai Anda.
4. Godaan kartu kredit
Berbagai penawaran dan diskon menarik yang diberikan jika Anda berbelanja menggunakan kartu kredit memang sering menggoda iman, namun semua itu sebenarnya sengaja dirancang supaya Anda menghabiskan uang yang sebenarnya tidak dimiliki.
Fasilitas kredit menciptakan rasa aman yang palsu. Kita tidak merasa bersalah karena secara visual tidak melihat jumlah uang yang telah dihamburkan. Karena itu, selalu bawa uang tunai saat berbelanja dan hindari penggunaan kartu kredit kecuali jika benar-benar terpaksa. Jika perlu, minta bank untuk membatalkan tambahan kredit Anda.
5. Karena saya bisa
Kita sering menjadi boros hanya karena kita bisa melakukannya, tak ada alasan lain. Kita mengajak orang lain untuk ikut menghamburkan uang agar tidak perlu merasa bersalah sendirian.
Agar tidak terperangkap dalam situasi ini, berbelanjalah seorang diri atau bersama teman yang terkenal memiliki sifat hemat. Jangan lupa untuk segera pulang ke rumah jika Anda telah mendapatkan barang yang dibutuhkan.
6. Pelarian masalah
Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengalihkan pikiran dari masalah yang sedang ia hadapi. Sebagian besar perempuan menganggap berbelanja merupakan cara paling ampuh untuk mengatasinya.
Tapi tahukah Anda, berdasarkan survei yang dilakukan Barclaycard, setelah berbelanja mood seseorang ternyata turun sampai 27%, dan sebagian perempuan justru akan menyesalinya. Ini cukup memberikan bukti bahwa berbelanja sebetulnya bukan merupakan jalan keluar.
7. Liburan
Saat liburan kita sering membeli terlalu banyak barang karena menganggap hal tersebut akan menjadi kenang-kenangan beharga saat pulang nanti, namun bukan berarti Anda harus membeli semua barang yang ditawarkan oleh pedagang. Jelilah dalam membeli, dan pintar-pintarlah menawar harga barang.
Ayo Berburu Barang Bekas
Padahal, flea markets merupakan gudangnya barang-barang antik dan unik. Jika cukup pandai mencari, bukan tak mungkin Anda menemukan berbagai ‘harta karun’ tersembunyi dengan harga yang lebih bisa diajak kompromi. Jadi, jika Anda membutuhkan sesuatu namun budget cukup terbatas, tak ada salahnya sekali-sekali mencoba berburu barang bekas berkualitas yang masih layak pakai. Tapi sebelumnya, intip dulu beberapa info dan tip belanja berikut ini:
Good quality stuff
Berbagai macam barang bisa Anda temukan di pasar barang bekas, mulai dari pakaian, tas, koper, buku, furniture kantor, onderdil motor, sampai keperluan di toilet! Jika ingin mencari buku-buku tua, datang saja ke Pasar Kwitang (Jakarta Pusat) atau Palasari (Bandung). Kedua tempat tersebut merupakan surga bagi para pecinta buku.
Untuk Anda yang hobi bergaya vintage, Pasar Senen (Jakarta Pusat) dan Pasar Gedebage (Badung) merupakan pilihan tepat untuk berburu barang-barang fesyen seperti gaun dan berbagai aksesori unik. Sedangkan beberapa lokasi lain seperti Pasar Poncol (Jakarta Pusat) dan Pasar Klithikan (Yogyakarta), menjual berbagai barang dengan jenis yang lebih variatif.
Apabila ingin mencari barang bekas dengan mutu yang lebih terjamin, di Jakarta dan Bandung terdapat pula beberapa toko yang khusus menjual barang-barang bekas—mulai dari tas, baju, sepatu, arloji, hingga alat musik—bergaransi. Sayangnya, barang-barang di toko-toko tersebut tidak bisa ditawar karena sudah memiliki harga pas.
What to wear
Percayalah, pakaian yang Anda kenakan saat berbelanja di pasar bekas tradisional akan berpengaruh terhadap harga yang ditawarkan si penjual. Usahakan untuk tampil sesederhana mungkin.
Kenakan pakaian yang nyaman dan tidak terlampau berlebihan. Baju kaus, celana panjang/pendek, serta sandal atau flat shoes merupakan paduan yang tepat untuk aktivitas belanja Anda. Hindari memakai perhiasan berharga. Selain berisiko dijambret, si penjual biasanya akan mematok harga yang terlalu mahal melihat penampilan Anda.
Have some cash
Pastikan Anda selalu membawa uang tunai saat berbelanja. Membayar transaksi menggunakan kartu kredit hampir tak mungkin dilakukan di tempat-tempat seperti ini.
Come early
Pagi hari merupakan waktu yang paling sempurna untuk memulai perburuan. Kesempatan untuk menemukan barang-barang bagus lebih besar dibandingkan jika datang di sore hari. Anda tentu tak ingin didahului orang lain bukan? Selain itu, para penjual biasanya masih berada dalam kondisi mood yang baik, sehingga makin besar peluang Anda untuk mendapatkan diskon.
Check and recheck
Teliti betul-betul sebuah barang sebelum Anda memutuskan untuk membeli. Bagaimanapun, barang bekas pakai tentu memiliki beberapa kekurangan. Apabila hanya cacat sedikit dan masih bisa diperbaiki serta tidak memengaruhi fungsi, beli saja. Mintalah diskon tambahan sebagai kompensasi dari kerusakan kecil tersebut.
Smart Tips for Shopping Junkie
Supaya tidak terjebak rayuan toko yang banting harga, berikut ini Media Perempuan memberikan beberapa tip cerdas khusus untuk Anda:
Be realistic
Tahan diri dari keinginan membeli barang hanya karena barang tersebut terlalu sayang untuk dilewatkan. Saat berada di dalam toko, semua gaun, blus, celana, ataupun sepatu memang terlihat begitu menarik, apalagi karena ditunjang dengan teknik pencahayaan yang tepat.
Tapi jangan biarkan diri Anda tergoda, berpikirlah secara realistis. Apabila merasa tidak akan pernah mengenakan gaun/blus/celana/sepatu tersebut, letakkan kembali barang-barang itu ke tempat semula.
Perfect fitting
Jangan membeli suatu barang yang bukan ukuran Anda, tak peduli sekeren apapun modelnya. Apabila gaun/blus/celana yang Anda coba terasa sempit saat dikenakan, rem hasrat untuk membelinya. Anda belum tentu sukses menjalani diet untuk membuat pakaian tersebut terasa pas di badan.
Slow it down
Jangan berbelanja dengan terburu-buru, sebab hal itu sering membuat orang menjadi kurang teliti dan keliru menetapkan pilihan. Anda tidak mau merasa menyesal karena salah memilih barang, kan?
Look for quality
Utamakan kualitas, bukan kuantitas! Lebih baik memiliki sedikit barang yang sifatnya timeless untuk dijadikan investasi, daripada membeli banyak barang yang dalam waktu sekejap sudah out of style.
Check your closet
Sebelum pergi berbelanja, lebih baik mengetahui dulu barang-barang apa saja yang Anda butuhkan. Dengan demikian Anda tidak akan membeli barang apa saja yang terlihat menarik di depan mata. (mediaperempuan)
Tips Mudah Menyusun Anggaran
Merasa kerepotan menyusun anggaran pengeluaran rumah tangga? Coba simak tips berikut. Dijamin mudah untuk diikuti.
Langkah 1
Lupakan teknologi modern seperti komputer dan lainnya, Anda bisa tetap melakukannya dengan cara kuno. Caranya, ambil secarik kertas, pulpen, dan kalkulator.
Langkah 2
Di halaman pertama, tuliskan semua pengeluaran yang harus Anda lakukan setiap bulannya. Misalnya, uang sewa rumah, tagihan listrik, tagihan telepon, koran, PAM, uang keamanan, uang sekolah, uang belanja dapur, dan sebagainya.
Langkah 3
Di halaman kedua, tuliskan semua pengeluaran yang Anda lakukan setiap minggu. Misalnya, pembelian gas, belanja menu makan siang, bensin, dan lain sebagainya.
Langkah 4
Kini, ambil pengeluaran bulanan Anda dan bagi empat (rata-rata untuk empat minggu setiap bulannya). Tuliskan setiap jumlah yang sudah dibagi di halaman pengeluaran mingguan Anda.
Langkah 5
Tambahkan jumlah total yang Anda perlukan setiap minggu, lalu kurangi dari gaji mingguan Anda.
Jika jumlah pengeluaran mingguan kurang dari anggaran mingguan, Anda tak perlu khawatir. Mulailah pikirkan penghematan untuk keadaan darurat dan siapkan uang ekstra sebanyak apapun, setiap minggu.
Ingat, bila jumlah yang Anda perlukan setiap minggu lebih dari anggaran mingguan, rtinya Anda mulai perlu menganalisa pengeluaran mingguan dan mencari jalan untuk menguranginya agar tidak melebihi alokasi dana yang Anda susun.